Music Preference

Hidup saya tidak lepas dari musik. Lantunan lagu yang didendangkan oleh Ibu Kasur, Hj. Uun Kurniasih, Umi Kultsum, Nasida Ria, Muchsin Alatas, God Bless, Queen bahkan Deep Purple dan Led Zeppelin sudah menyeruak telinga saya sejak kecil.

Seiring beranjaknya usia, Cicha Koeswoyo, Hetty Koes Endang, Dian Pramana Putra, Malyda, Broery Marantika, Dewi Yull, Rita Sugiarto, Yeng Suparni, Ini Damini, Ikang Fawzi, Harry Mukti, Nicky Astria, Bananarama, Scorpions, Michael Jackson, Phil Collins, menambah maraknya dunia musik yang saya dengar dan nikmati.

Saat remaja, Guns N’ Roses, Bon Jovi, Metallica, Slank, Gigi, Dewa, Greenday, Sepultura, Red Hot Chili Pepper, The Offspring, Dog Eat Dog, Radiohead, Pearl Jam, Nirvana, Garbage, Java Jive, Pas Band, Jamrud,Super Groove, No Doubt dan band musik alternatif lainnya, serta underground music di Bandung seperti Ragaji Mesin, Sendal Jepit, dan Turtles Jr, mendominasi warna musik yang sering mengalun di telinga.

Saat mulai kuliah dan menginjak usia dewasa muda, saya mulai menyimak musik ska dari No Doubt – tentu saja 😅 -. Saat pertama mulai mengeksplore aliran musik ini saya menemukan Mbahnya ska, yaitu The Specials dengan lagunya ‘Monkey Boy’. Sejarah musik ska pun saya gali informasinya, di mana aliran musik ini berawal dari Jamaica, tahun 1950an, ketika seorang gitaris yang bernama Jah Jerry bereksperimen di musik dengan menitikberatkan ketukan ‘afterbeat’ ketimbang ‘downbeat’ yang melahirkan aliran musik ska ini. Selain itu saya menemukan beberapa band ska lain, seperti di antaranya Save Ferris, Kemuri, Tokyo Ska Paradise Orchestra, The Mighty Mighty BosstoneS, Skankaroos, dan Reel Big Fish.

Tidak berapa lama setelah itu, karena saya cukup lama tinggal di Bandung yang notabene gudangnya pemusik kreatif di Indonesia, saya mulai mengenal Noin Bullet (yang bahkan mendapat julukan Raja Ska Bandung, yang menurut saya sih sampai saat ini masih layak menyandang gelar tersebut), Purpose, dan beberapa band ska lokal lainnya. Kemudian musik ska mengalami booming di Indonesia. Band-band ska bermunculan, dimulai dari Tipe-X, Purpose, Noin Bullet (mulai memasuki blantika musik nasional), Jun Fan Gung Foo, Shaggydog, Souljah, Klarinet, Bandung Inikami Orcheska, sampai Artificial Life.

Saat ini, walaupun saya tetap menikmati berbagai jenis musik, baik itu dangdut, keroncong, pop, musik arab, sampai thrash metal, saya tidak bisa membohongi diri saya sendiri, hati dan jiwa musik saya tetap pada aliran musik ska, seperti lirik “Ska Music” dari “Skankaroos”: ‘From east to west, from north to south, from head to toe, you feel that THIS IS SKA!!’

keep skankin’ ruddy boys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s