Radikalisme: Apa yang Telah Kita Lakukan Untuk Menghadapinya?

Saat ini banyak yang menyatakan Indonesia darurat radikalisme. Yang perlu kita cermati mengenai radikalisme ini adalah bagaimana penyebarannya dilakukan, sehingga saat ini sudah semakin mudah terlihat orang-orang yang berpaham radikal ini?

Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan, radikalisme menyebarkan ajarannya dengan cara yang halus, di awal tidak ada doktrinasi radikal, ustadz-ustadznya memulai dengan mengajarkan hal-hal yang sangat mendasar dari syariah islam, seperti bagaimana tata cara sholat, keutamaan sholat berjama’ah, bagaimana tata cara wudhu, apa yang membatalkan puasa, do’a sehari hari seperti do’a sebelum makan, do’a ketika hendak safar/bepergian, dan hal hal yang memang diterima oleh semua aliran dalam Islam, menggunakan dalil yang tidak memerlukan penafsiran mendalam, dengan melihat terjemahannya saja sudah jelas.

Setelah jama’ahnya mulai menerima, kemudian ceramahnya ditingkatkan menjadi menutup aurat, jilbab syar’i, isbal, menikah muda, aturan mengenai kehidupan suami-isteri, hukum tentang riba, dll – yang tentu saja menggunakan dalil-dalil yang terjemahannya sudah jelas tanpa perlu penafsiran. Saat ini konsep hijrah ala wahabi mulai diperkenalkan.

Ketika jama’ahnya mulai terbiasa dengan penerjemahan dalil yang sederhana, dan kepercayaan terhadap ustadznya sudah tinggi, dimulailah indoktrinasi secara perlahan, dengan mulai memberikan ceramah mengenai bid’ah, informasi yang mengagung-agungkan ulama-ulama wahabi, menjelek-jelekkan pelaku bid’ah, mengkafirkan orang lain dengan alasan “mengingatkan”,  penekanan terhadap konsep hijrah, betapa yang belum hijrah versi ini akan dianggap masih jahil. Setelah ini, mudah saja memberikan indoktrinasi lain, misalnya konsep pemimpin harus muslim.

Selain itu, kajian model Sirah Nabawiyah yang dilakukan rutin, biasanya di kampus-kampus seperti ITB, IPB, UGM dan lainnya, juga mengajarkan paham salafi yang menganggap pendapat aliran lain dalam Islam itu salah, hanya paham mereka yang benar. Guru-guru di sekolah-sekolah menyisipkan materi-materi radikal dalam ajarannya, materi-materi berbau radikal disisipkan dalam buku-buku pelajaran. Bahkan,di IPB ada deklarasi yang dilakukan oleh mahasiswa IPB mengenai khilafah islamiyah! (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=429099930803223&id=100011096593813)

Hal ini dilakukan selama bertahun-tahun, dan berkembang cukup pesat sejak jaman reformasi.

Melihat pergerakannya yang begitu menyeluruh dan mengancam sendi-sendi kebangsaan, apa yang telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama, sebagai benteng NKRI dan Pancasila?

Selama ini yang terlihat adalah baru lah gerakan-gerakan counter/respons terhadap kegiatan penyebaran radikalisme ini, misalnya, ketika GP Anshor Depok menemukan buku pelajaran yang mengandung materi radikal pada tahun 2016 kemarin. Ada juga penolakan Ustadz Khalid Basalamah di Surabaya, atau penolakan HTI dan FPI di Semarang.

Tapi, apakah kita juga sudah melakukan penyebaran pengetahuan Islam yang rahmatan lil ’alamin pada anak-anak dan generasi muda di sekolah-sekolah umum, sekolah-sekolah Islam, dan kampus-kampus? Apakah IPNU, IPPNU, GP Anshor aktif merangkul anak-anak kita yang bukan Nahdliyyin,  yang pemahaman agamanya belum mendalam, yang tidak pernah mengecap pendidikan di pesantren-pesantren NU? Bagaimana dengan pengajian-pengajian umum yang dilakukan oleh ulama-ulama dan kyai-kyai NU, apakah sudah merangkul dan menargetkan orang-orang awam yang pemahaman agamanya hanya sebatas apa yang diajarkan di buku pelajaran agama di sekolah?

Yang perlu kita sadari selama ini adalah, target jama’ah dari pergerakan radikalisme ini adalah mereka yang tidak memiliki dasar pengetahuan Islam rahmatan lil ‘alamin yang kuat, yang jumlahnya cukup besar terutama di perkotaan, dan belum terjangkau oleh nahdliyyin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s